OSI


OSI (Open System Interconnection) adalah deskripsi standar atau "Model Referensi" untuk bagaimana pesan harus ditransmisikan antara dua titik dalam telekomunikasi jaringan. Tujuannya adalah untuk membimbing pelaksana produk sehingga produk mereka secara konsisten akan bekerja dengan produk lain. Model referensi tujuh lapis mendefinisikan fungsi yang terjadi pada setiap akhir komunikasi. Meskipun OSI adalah tidak selalu benar-benar dipatuhi dalam hal menjaga fungsi-fungsi terkait bersama-sama dalam lapisan didefinisikan dengan baik, banyak jika tidak produk yang paling terlibat dalam telekomunikasi membuat upaya untuk menggambarkan diri mereka dalam hubungannya dengan model OSI. Hal ini juga berharga sebagai referensi pandangan tunggal komunikasi yang melengkapi setiap orang dasar bersama bagi pendidikan dan diskusi.

Dikembangkan oleh perwakilan dari perusahaan-perusahaan komputer dan telekomunikasi besar dimulai pada tahun 1983, OSI awalnya ditujukan untuk spesifikasi rinci dari interface. Sebaliknya, panitia memutuskan untuk membentuk sebuah model referensi umum yang lain dapat mengembangkan antarmuka rinci, yang pada gilirannya bisa menjadi standar. OSI secara resmi diadopsi sebagai standar internasional oleh Organisasi Internasional Standar ( ISO ). Saat ini, X.200 Rekomendasi ITU-TS.
Gagasan utama dalam OSI adalah bahwa proses komunikasi antara dua titik akhir dalam jaringan telekomunikasi dapat dibagi menjadi lapisan, dengan setiap lapisan menambahkan menetapkan sendiri khusus, fungsi-fungsi terkait. Setiap pengguna berkomunikasi atau program pada komputer yang dilengkapi dengan tujuh lapisan fungsi.Jadi, dalam pesan yang diberikan antara pengguna, akan ada aliran data melalui setiap lapisan di salah satu ujung bawah melalui lapisan di komputer itu dan, di ujung lain, ketika pesan tiba, lain aliran data atas melalui lapisan di komputer yang menerima dan akhirnya kepada pengguna akhir atau program. Pemrograman aktual dan hardware yang melengkapi tujuh lapisan dari fungsi biasanya merupakan kombinasi dari komputer sistem operasi, aplikasi (seperti browser Web Anda), TCP/IP atau alternatif transportasi dan protokol jaringan, dan perangkat lunak dan perangkat keras yang memungkinkan anda untuk menempatkan sinyal pada salah satu jalur terpasang pada komputer anda.

OSI membagi telekomunikasi ke tujuh lapisan. 



Lapisan dalam dua kelompok. Empat tingkat di atasnya lapisan yang digunakan setiap kali pesan lewat dari atau ke pengguna. Tiga lapisan yang lebih rendah (sampai ke lapisan jaringan) yang digunakan ketika pesan apapun melewati host komputer. Pesan ditujukan untuk komputer ini lolos ke lapisan atas. Pesan ditakdirkan untuk beberapa host lain tidak lulus sampai ke lapisan atas, tetapi akan diteruskan ke host lain.

Tujuh lapisannya adalah:

                        7.         Application

Adalah suatu terminologi yang digunakan untuk mengelompokkan protokol dan metode dalam model arsitektur jaringan komputer. Baik model OSI maupun TCP/IP memiliki suatu lapisan aplikasi.

Dalam TCP/IP, lapisan aplikasi mengandung semua protokol dan metode yang masuk dalam lingkup komunikasi proses-ke-proses melalui jaringan IP (Internet Protocol) dengan menggunakan protokol lapisan transpor untuk membuat koneksi inang-ke-inang yang mendasarinya. Sedangkan dalam model OSI, definisi lapisan aplikasi lebih sempit lingkupnya, membedakan secara eksplisit fungsionalitas tambahan di atas lapisan transpor dengan dua lapisan tambahan: lapisan sesi dan lapisan presentasi. OSI memberikan pemisahan modular yang jelas fungsionalitas lapisan-lapisan ini dan memberikan implementasi protokol untuk masing-masing lapisan.

Penggunaan umum layanan lapisan aplikasi memberikan konversi semantik antara proses-proses aplikasi yang terkait. Contoh layanan aplikasi antara lain adalah berkas virtual, terminal virtual, serta protokol transfer dan manipulasi kerja.


                        6.         Presentation

Adalah lapisan keenam dari bawah dalam model referensi jaringan terbuka OSI. Pada lapisan ini terjadi pembuatan struktur data yang didapatnya dari lapisan aplikasi ke sebuah format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Lapisan ini juga bertanggungjawab untuk melakukan enkripsi data, kompresi data, konversi set karakter (ASCII,Unicode, EBCDIC, atau set karakter lainnya), interpretasi perintah-perintah grafis, dan beberapa lainnya. Dalam arsitektur TCP/IP yang menggunakan model DARPA, tidak terdapat protokol lapisan ini secara khusus.

                        5.         Session

Adalah lapisan kelima dari bawah dalam model referensi jaringan OSI, yang mengizinkan sesi koneksi antara node dalam sebuah jaringan dibuat atau dihancurkan. Lapisan sesi tidak tahu menahu mengenai efisiensi dan keandalan dalam transfer data antara node-node tersebut, karena fungsi-fungsi tersebut disediakan oleh empat lapisan di bawahnya dari dalam model OSI (lapisan fisik, lapisan data-link, lapisan jaringan dan lapisan transport). Lapisan sesi bertanggung jawab untuk melakukan sinkronisasi antara pertukaran data antar komputer, membuat struktur sesi komunikasi, dan beberapa masalah yang berkaitan secara langsung dengan percakapan antara node-node yang saling terhubung di dalam jaringan. Lapisan ini juga bertanggung jawab untuk melakukan fungsi pengenalan nama pada tingkat nama jaringan logis dan juga menetapkan [[[port TCP|port-port komunikasi]]. Sebagai contoh, protokolNetBIOS dapat dianggap sebagai sebuah protokol yang berjalan pada lapisan ini.

Lapisan sesi dari model OSI tidak banyak diimplementasikan di dalam beberapa protokol jaringan populer, seperti halnya TCP/IP atau IPX/SPX. Akan tetapi, tiga lapisan tertinggi di dalam model OSI (lapisan sesi, lapisan presentasi, dan lapisan aplikasi) seringnya disebut sebagai sebuah kumpulan yang homogen, sebagai sebuah lapisan aplikasi saja.

                        4.         Transport

Adalah lapisan keempat dari model referensi jaringan OSI. Lapisan transpor bertanggung jawab untuk menyediakan layanan-layanan yang dapat diandalkan kepada protokol-protokol yang terletak di atasnya. Layanan yang dimaksud antara lain:

·         Mengatur alur (flow control) untuk menjamin bahwa perangkat yang mentransmisikan data tidak mengirimkan lebih banyak data daripada yang dapat ditangani oleh perangkat yang menerimanya.

·         Mengurutkan paket (packet sequencing), yang dilakukan untuk mengubah data yang hendak dikirimkan menjadi segmen-segmen data (proses ini disebut dengan proses segmentasi/segmentation), dan tentunya memiliki fitur untuk menyusunnya kembali.

·         Penanganan kesalahan dan fitur acknowledgment untuk menjamin bahwa data telah dikirimkan dengan benar dan akan dikirimkan lagi ketika memang data tidak sampai ke tujuan.

·         Multiplexing, yang dapat digunakan untuk menggabungkan data dari bebeberapa sumber untuk mengirimkannya melalui satu jalur data saja.

·         Pembentukan sirkuit virtual, yang dilakukan dalam rangka membuat sesi koneksi antara dua node yang hendak berkomunikasi.

Contoh dari protokol yang bekerja pada lapisan transport adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP) yang tersedia dari kumpulan protokol TCP/IP.

                        3.         Network

Adalah lapisan ketiga dari bawah dalam model referensi jaringan OSI. Lapisan ini bertanggung jawab untuk melakukan beberapa fungsi berikut:
Pengalamatan logis dan melakukan pemetaan (routing) terhadap paket-paket melalui jaringan.
Membuat dan menghapus koneksi dan jalur koneksi antara dua node di dalam sebuah jaringan.
Mentransfer data, membuat dan mengkonfirmasi penerimaan, dan mengeset ulang koneksi.
Lapisan jaringan juga menyediakan layanan connectionless dan connection-oriented terhadap lapisan transport yang berada di atasnya. Lapisan jaringan juga melakukan fungsinya secara erat dengan lapisan fisik (lapisan pertama) dan lapisan data-link (lapisan kedua) dalam banyak implementasi protokol dunia nyata.

Dalam jaringan berbasis TCP/IP, alamat IP digunakan di dalam lapisan ini. Router IP juga melakukan fungsi routing-nya di dalam lapisan ini.

                        2.         Data Link

Adalah lapisan kedua dari bawah dalam model OSI, yang dapat melakukan konversi frame-frame jaringan yang berisi data yang dikirimkan menjadi bit-bitmentah agar dapat diproses oleh lapisan fisik. Lapisan ini merupakan lapisan yang akan melakukan transmisi data antara perangkat-perangkat jaringan yang saling berdekatan di dalam sebuah wide area network (WAN), atau antara node di dalam sebuah segmen local area network (LAN) yang sama. Lapisan ini bertanggungjawab dalam membuat frame, flow control, koreksi kesalahan dan pentransmisian ulang terhadap frame yang dianggap gagal. MAC address juga diimplementasikan di dalam lapisan ini. Selain itu, beberapa perangkat seperti Network Interface Card (NIC), switch layer 2 serta bridge jaringan juga beroperasi di sini.

Lapisan Data-Link menawarkan layanan pentransferan data melalui saluran fisik. Pentransferan data tersebut mungkin dapat diandalkan atau tidak: beberapa protokol lapisan data-link tidak mengimplementasikan fungsi Acknowledgment untuk sebuah frame yang sukses diterima, dan beberapa protokol bahkan tidak memiliki fitur pengecekan kesalahan transmisi (dengan menggunakan checksumming). Pada kasus-kasus tersebut, fitur-fitur acknowledgment dan pendeteksian kesalahan harus diimplementasikan pada lapisan yang lebih tinggi, seperti halnyaprotokol Transmission Control Protocol (TCP) (lapisan transport).

Tugas utama dari Data Link Layer adalah sebagai fasilitas transmisi data mentah dan mentransformasi data tersebut ke saluran yang bebas dari kesalahan transmisi. Sebelum diteruskan ke Network Layer, lapisan data link melaksanakan tugas ini dengan memungkinkan pengirim memecah-mecah data input menjadi sejumlah data frame (biasanya berjumlah ratusan atau ribuan byte). Kemudian lapisan data link mentransmisikan frame tersebut secara berurutan dan memproses acknowledgement frame yang dikirim kembali oleh penerima. Karena lapisan fisik menerima dan mengirim aliran bit tanpa mengindahkan arti atau arsitektur frame, maka tergantung pada lapisan data-link-lah untuk membuat dan mengenali batas-batas frame itu. Hal ini bisa dilakukan dengan cara membubuhkan bit khusus ke awal dan akhir frame.

                        1.         Physical

Adalah lapisan pertama dalam model referensi jaringan OSI (lapisan ini merupakan lapisan terendah) dari tujuh lapisan lainnya. Lapisan ini mendefinisikan antarmuka dan mekanisme untuk meletakkan bit-bit data di atas media jaringan (kabel, radio, atau cahaya). Selain itu, lapisan ini juga mendefinisikan tegangan listrik, arus listrik,modulasi, sinkronisasi antar bit, pengaktifan koneksi dan pemutusannya, dan beberapa karakteristik kelistrikan untuk media transmisi (seperti halnya kabel UTP/STP, kabel koaksial, atau kabelfiber-optic). Protokol-protokol pada level PHY mencakup IEEE 802.3, RS-232C, dan X.21. Repeater, transceiver, kartu jaringan/Network Interface Card (NIC), dan pengabelan beroperasi di dalam lapisan ini.

Macam - macam Antena Wireless

Dibidang elektronika definisi antena adalah “transformator / struktur transmisi antara gelombang terbimbing (saluran transmisi) dengan gelombang ruang bebas atau sebaliknya. Sekarang antena adalah salah satu elemen penting yang harus ada pada sebuah teleskop radio, TV, radar, dan semua alat komunikasi lainnya yang menggunakan sinyal”. Sebuah antena adalah bagian vital dari suatu pemancar atau penerima yang berfungsi untuk menyalurkan sinyal radio ke udara.Bentuk antena bermacam macam sesuai dengan desain, pola penyebaran dan frekuensi dan gain. Panjang antenna secara efektif adalah panjang gelombang frekuensi radio yang dipancarkannya. Antenna setengah gelombang adalah sangat poluler karena mudah dibuat dan mampu memancarkan gelombang radio secara efektif.

Fungsi

Fungsi antena adalah untuk mengubah sinyal listrik menjadi sinyal elektromagnetik, lalu meradiasikannya (Pelepasan energy elektromagnetik ke udara / ruang bebas). Dan sebaliknya, antena juga dapat berfungsi untuk menerima sinyal elektromagnetik (Penerima energy elektromagnetik dari ruang bebas ) dan mengubahnya menjadi sinyal listrik.http://blog.komputerbutut.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif

Karakter antena

Pola radiasi
Pola radiasi antena adalah plot 3-dimensi distribusi sinyal yang dipancarkan oleh sebuah antena, atau plot 3-dimensi tingkat penerimaan sinyal yang diterima oleh sebuah antena. Pola radiasiantena dibentuk oleh dua buah pola radiasi berdasar bidang irisan, yaitu pola radiasi pada bidang irisan arah elevasi (pola elevasi) dan pola radiasi pada bidang irisan arah azimuth (pola azimuth).

Gain

Gain (directive gain) adalah karakter antena yang terkait dengan kemampuan antena mengarahkan radiasi sinyalnya, atau penerimaan sinyal dari arah tertentu. Gain bukanlah kuantitas yang dapat diukur dalam satuan fisis pada umumnya seperti watt, ohm, atau lainnya, melainkan suatu bentuk perbandingan.

Polarisasi

Polarisasi didefinisikan sebagai arah rambat dari medan listrik. Antena dipol memiliki polarisasi linear vertikal . Mengenali polarisasi antena amat berguna dalam sistem komunikasi, khususnya untuk mendapatkan efisiensi maksimum pada transmisi sinyal.
antena Buat wireless
1. Antena Omnidirectional

Sebuah antena Omnidirectional adalah antena daya sistem yang memancar secara seragam dalam satu pesawat dengan bentuk pola arahan dalam bidang tegak lurus. This pattern is often described as “donut shaped”. Pola ini sering digambarkan sebagai “donat berbentuk”. Omnidirectional antenna can be used to link multiple directional antenna in outdoor point-to-multipoint communication systems including cellular phone connections and TV broadcasts. Antena Omnidirectional dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa antena directional di outdoor point-to-multipoint komunikasi systems termasuk sambungan telepon selular dan siaran TV.


Antena omnidirectional,yaitu jenis antena yang memiliki pola pancaran sinyal ke segala arah dengan daya sama.Untuk menghasilkan cakupan area yang luas,gain dari antena omnidirectional harus memfokuskan dayanya secara horizontal (mendatar,dengan mengabaikan pola pemancaran ke atas dan ke bawah,sehingga antean dapat di letakan di tengah-tengah base station.Dengan demikian,keuntungan dari antena jenis ini adalah dapat melayani jumlah pengguna yang lebih banyak.Namun,kesulitannya adalah pada pengalokasian frequensi untuk setiap sel agar tidak terjadi interferensi.Antena jenis ini biasanya di gunakan pada lingkup yang mempunyai base station terbatas dan cenderung untuk posisi pelanggan yang melebar.
2. Antena Sectoral

Antena Sectoral hampir mirip dengan antena omnidirectional. Yang juga digunakan untuk Access Point to serve a Point-to-Multi-Point (P2MP) links. Beberapa antenna sectoral dibuat tegak lurus , dan ada juga yang horizontal.Antena sectoral mempunyai gain jauh lebih tinggi dibanding omnidirectional antena di sekitar 10-19 dBi. Yang bekerja pada jarak atau area 6-8 km. Sudut pancaran antenna ini adalah 45-180 derajat dan tingkat ketinggian pemasangannya harus diperhatikan agar tidak terdapat kerugian dalam penangkapan sinyal.

Pola pancaran yang horisontal kebanyakan memancar ke arah mana antenna ini di arahkan sesuai dengan jangkauan dari derajat pancarannya, sedangkan pada bagian belakang antenna tidak memiliki sinyal pancaran.Antenna sectoral ini jika di pasang lebih tinggi akan menguntungkan penerimaan yang baik pada suatu sector atau wilayah pancaran yang telah di tentukan.

3. Antenna Grid

Sudut pola pancaran antena ini lebih fokus pada titik tertentu sesuai pemasangannya.antena Parabolic Grid untuk digunakan dalam WLAN 802.11b/g/n. Ini kinerja tinggi antena 2,4 GHz dirancang untuk tahun beroperasi outdoor kasar.

Fiber Optik

Kabel Fiber Optik

Kabel Fiber Optik adalah teknologi kabel terbaru. Terbuat dari glas optik. Di tengah-tengah kabel terdapat filamen glas, yang disebut “core”, dan di kelilingi lapisan “cladding”, “buffer coating”, material penguat, dan pelindung luar.Informasi ditransmisikan menggunakan gelombang cahaya dengan cara mengkonversi sinyal listrik menjadi gelombang cahaya. Transmitter yang banyak digunakan adalah LED atau Laser.

Kabel serat optik (fiber optic) mempunyai kemampuan mentransmisi sinyal melewati jarak yang lebih jauh dibanding kabel koaksial maupun kabel twisted, juga mempunyai kecepatan yang baik. Hal ini sangat baik digunakan ketika digunakan untuk fasilitas konferensi Radio atau layanan interaktif. 10BaseF adalah merujuk ke spesifikasi untuk kabel fiber optik dengan membawa sinyal Ethernet.

Kabel Fiber Optik banyak digunakan pada jaringan WAN untuk komunikasi suara dan data. Kendala utama penggunaan kabel fiber optik di LAN adalah perangkat elektroniknya yang masih mahal. Sedangkan harga kabel Fiber Optiknya sendiri sebanding dengan kabel LAN.


Kelebihandari menggunakan kabel fiber optik adalah :
- Kapasitas Bandwidth yang besar (gigabit perdetik)
- Jarak transmisi yang lebih jauh (kurang lebih 2-60 km)
- Kebal terhadap interferensi elektromagnetik.
- Tidak mudah terbakar

Kerugian dari kabel fiber optik adalah kabel fiber optik merupakan teknologi yang masih asing yang memerlukan keterampilan tinggi yang masih jarang dimiliki teknisi-teknisi saat ini. Karena transmisi optis memiliki sifat unidirectional, komunikasi dua arah memerlukan dua serat atau dua pita frekuensi pada satu serat, dan juga interface serat jauh lebih mahal dibandingkan dengan interface elektris.


pengertian fiber optic atau serat optik adalah jenis kabel yang bahannya terbuat dari serat kaca dan mempunyai kecepatan tranfer data yang tinggi, kabel fiber optic atau serat optik umumnya digunakan oleh penyedia layanan internet (ISP) untuk terhubung ke backbone NAP (Network Access Provider)
agar lebih jelas berikut ini adalah gambaran umum sistem transmisi fiber optik :
Pada komunikasi fiber optik, sinyal yang digunakan adalah dalam bentuk digital, sedangkan penyaluran sinyal melalui serat optik adalah dalam bentuk pulsa cahaya. Pulsa cahaya diperoleh dari proses memodulasi sinyal informasi dalam bentuk digital kedalam suatu komponen sumber optik. Proses ini terjadi pada arah kirim, sedangkan pada arah terima melalui detektor optik, pulsa cahaya diubah kembali dalam bentuk sinyal digital.
Bila jarak antara stasiun pengirim dengan stasiun penerima berjauhan, sinyal pulsa cahaya yang ditransmisikan akan mengalami proses pelemahan yang disebabkan adanya rugi-rugi yang timbul selama proses pengiriman sesuai dengan panjang dan jenis saluran optik yang digunakan. Untuk mengatasi hal tersebut pulsa cahaya akan diregenerasikan sesuai dengan keadaan pada saat pengiriman. Proses ini terjadi pada stasiun pengulangan.

Serat Optik



Serat optic adalah sebuah kabel yang terbuat dari kaca yang memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan kabel yan lainnya yaitu :





























Sedangkan jika dilihat dari kapasitasnya kabel serat optic memiliki kelebihan dalam hal transmisi datanya yaitu :



Di dalam jaringan serat optic yang menghantarkan cahaya dalam media perambatannya menggunakan prinsip pemantulan sempurna sesuai dengan hukum snellius yang merupakan perbandingan antara indeks bias core yang lebih besar dibandingkan dengan indeks bias cladding. Seperti terlihat pada gambar 


Gambar 2.1. peristiwa pembiasan

Sedangkan untuk transmisi cahaya dalam fiber optic bisa dilihat dari gambar dibawah ini .



Gambar 2.2. perambatan cahaya didalam fiber optik

Dari gambar diatas terlihat ada tiga tipe perambatan cahaya dalam fiber optic, yaitu :
1.       Perambatan cahaya yang bergerak lurus di dalam fiber optic, sehingga cahaya mengalami transmisi jarak jauh
2.       Perambatan cahaya yang mengalami pemantulan (refleksi) didalam fiber optic, hal ini dikarenakan diameter core lebih besar dibandingkan panjang gelombang cahaya, sehingga ada dua atau lebih cahaya yang dapat merambat pada media yang sama
3.       Cahaya mengalami pembiasan (refraksi), hal ini dikarenakan sudut cahaya dating lebih kecil dibandingkan sudut kritisnya, hal ini menyebabakan cahaya tidaka dapat merambat dalam fiber optic.
Jika dilihat dari 3 fenomena diatas maka ada dua hal yang harus dipenuhi agar cahaya dapat merambat dalam fiber optic, yaitu sudut datang yang harus lebih besar dari sudut kritis dan indeks bias core harus lebih besar dari indeks bias cladding.

Jika dilihat dari jumlah perambatan cahaya di dalam serat optic, maka kabel serat optic dibedakan menjadi dua yaitu :
1.       Single mode fibers


Gambar 2.3. single mode fiber

Single mode fiber merupakan sebuah serat optic yang memiliki diameter core lebih kecil daripada panjang gelombang cahaya sehingga hanya satu cahaya yang dapat melewati serat  optic ini. Adapun diameter single mode yaitu sekitar 0.00035 inch atau 9 micron dengan kapasitas panjang gelombang 1300 – 1550 nm, sehingga jenis ini sangat cocok untuk transmisi jarak jauh yang memiliki kapasitas besar. 
               
2.       Multi mode fibers
Yaitu sebuah serat optic yang dapat melewatkan dua buah cahaya atau lebih karena diameter corenya lebih besar dari panjang gelombangnya. Adapun diameter core untuk jenis ini yaitu  0.0025 inch atau 62.5 micron yang dapat dilewatkan cahaya dengan panjang gelombang 850-1300 nanometer.
Dilihat dari mode perambatannya jenis fiber optic ini terbagi menjadi dua lagi, yaitu :

a.        Multimode step indeks
Multi mode step indeks adalah suatu jenis serat optic dimana indeks biasnya homogeny. Pada jenis serat optic ini cahaya mengalami perambatan berupa pemantulan terhadap setiap cladding, sehingga jarak yang ditempuh setiap cahaya dalam fiber optic cukup besar sehingga disperse  (pelebaran pulsa) yang terjadi cukup besar. Seperti terlihat pada gambar dibawah ini



Gambar 2. 4. Kabel serat Optik single Mode

b.       Multimode graded indeks
Pada serat tipe ini indeks bias akan selalu berubah tergantung pada jarak setiap lapisan ke cladding, sehingga pusat core memiliki indeks bias terbesar. Pada serat ini cahaya merambat seperti permukaan gelombang longitudinal. Dan karena  walaupun jarak yang ditempuh cahaya berbeda tetapi karena pada bagian ujung tepi serat semua cahaya dalam keadaan sefase sehingga disperse dari cahaya ini menjadi lebih kecil. Hal ini menyebabkan cahaya yang merambat dalam serat ini memiliki kapasitas besar dengan jarak tempuh yang lebih besar dibandingkan dengan multimode step indeks.


Gambar 2.5 kabel serat optic Graded index

Didalam proses penggunaannya kabel serat optic biasanya dibandel dalam ukuran tertentu sesuai dengan penggunaannya. Dalam proses penggunaan kabel serat optic ini harus mempertimbangkan beberapa hal yaitu kekuatan fiber optic dari kondisi tekanan dari luar sehingga pelemahan (atenuasi) dan penyebaran pulsa cahaya dapat dikurangi meskipun berada pada lingkungan yang ekstrim atau dengan kata lain serat optic harus meminimalkan efek microbending.
Didalam desain kabel serat optic ada beberapa desain yang sering digunakan di lapangan, yaitu :
a.        Loose tube
Pada jenis serat in fiber optic dibundel dalam sebuah pipa longgar yang terbuat dari PBTP (Polybutylene Terepthalete) dan berisi Thixotropic jelly yang berfungsi untuk menahan air dan melindungi dari pengaruh mekanik. Pada loose tube berisi lebih dari 10 serat optik. Disaini ni sering digunakan di Jerman.
b.       Fluted
Dalam disain Fluted, serat optik disimpan dalam sebuah galur plastik di pusat dan bebas bergerak.disain fluted banyak digunakan di Perancis dan Kanada
c.        Ribbon
Disain Ribbon ditemukan di AT&T Bell Lab. Disain ini berupa susunan linier dari 12 serat optik yang disisipkan diantara dua pita poliester dengan bahan perekat sensitif tekanan di sisi serat
d.       Stranded
Desain tight-Bound stranded dipelopori di jepang dan digunakan di AS untuk berbagai aplikasi. Dalam desain ini beberapa serat optik terlapis dihelaikan di sekeliling bagian pendukung pusat yang berfungsi sebagai bagian penguat dan helaian ini dapat berupa metalik atau nonmetalik.
e.       Lightpack
Desain Lightpack merupakan desain yang sederhana dimana beberapa serat optik dipasang bersama-sama dengan bahan pengikat dalam satu unit.