Kabel Fiber Optik
Kabel Fiber Optik adalah teknologi kabel terbaru. Terbuat dari glas optik. Di tengah-tengah kabel terdapat filamen glas, yang disebut “core”, dan di kelilingi lapisan “cladding”, “buffer coating”, material penguat, dan pelindung luar.Informasi ditransmisikan menggunakan gelombang cahaya dengan cara mengkonversi sinyal listrik menjadi gelombang cahaya. Transmitter yang banyak digunakan adalah LED atau Laser.
Kabel serat optik (fiber optic) mempunyai kemampuan mentransmisi sinyal melewati jarak yang lebih jauh dibanding kabel koaksial maupun kabel twisted, juga mempunyai kecepatan yang baik. Hal ini sangat baik digunakan ketika digunakan untuk fasilitas konferensi Radio atau layanan interaktif. 10BaseF adalah merujuk ke spesifikasi untuk kabel fiber optik dengan membawa sinyal Ethernet.
Kabel Fiber Optik banyak digunakan pada jaringan WAN untuk komunikasi suara dan data. Kendala utama penggunaan kabel fiber optik di LAN adalah perangkat elektroniknya yang masih mahal. Sedangkan harga kabel Fiber Optiknya sendiri sebanding dengan kabel LAN.
Kelebihandari menggunakan kabel fiber optik adalah :
- Kapasitas Bandwidth yang besar (gigabit perdetik)
- Jarak transmisi yang lebih jauh (kurang lebih 2-60 km)
- Kebal terhadap interferensi elektromagnetik.
- Tidak mudah terbakar
Kerugian dari kabel fiber optik adalah kabel fiber optik merupakan teknologi yang masih asing yang memerlukan keterampilan tinggi yang masih jarang dimiliki teknisi-teknisi saat ini. Karena transmisi optis memiliki sifat unidirectional, komunikasi dua arah memerlukan dua serat atau dua pita frekuensi pada satu serat, dan juga interface serat jauh lebih mahal dibandingkan dengan interface elektris.
Kabel Fiber Optik adalah teknologi kabel terbaru. Terbuat dari glas optik. Di tengah-tengah kabel terdapat filamen glas, yang disebut “core”, dan di kelilingi lapisan “cladding”, “buffer coating”, material penguat, dan pelindung luar.Informasi ditransmisikan menggunakan gelombang cahaya dengan cara mengkonversi sinyal listrik menjadi gelombang cahaya. Transmitter yang banyak digunakan adalah LED atau Laser.
Kabel serat optik (fiber optic) mempunyai kemampuan mentransmisi sinyal melewati jarak yang lebih jauh dibanding kabel koaksial maupun kabel twisted, juga mempunyai kecepatan yang baik. Hal ini sangat baik digunakan ketika digunakan untuk fasilitas konferensi Radio atau layanan interaktif. 10BaseF adalah merujuk ke spesifikasi untuk kabel fiber optik dengan membawa sinyal Ethernet.
Kabel Fiber Optik banyak digunakan pada jaringan WAN untuk komunikasi suara dan data. Kendala utama penggunaan kabel fiber optik di LAN adalah perangkat elektroniknya yang masih mahal. Sedangkan harga kabel Fiber Optiknya sendiri sebanding dengan kabel LAN.
Kelebihandari menggunakan kabel fiber optik adalah :
- Kapasitas Bandwidth yang besar (gigabit perdetik)
- Jarak transmisi yang lebih jauh (kurang lebih 2-60 km)
- Kebal terhadap interferensi elektromagnetik.
- Tidak mudah terbakar
Kerugian dari kabel fiber optik adalah kabel fiber optik merupakan teknologi yang masih asing yang memerlukan keterampilan tinggi yang masih jarang dimiliki teknisi-teknisi saat ini. Karena transmisi optis memiliki sifat unidirectional, komunikasi dua arah memerlukan dua serat atau dua pita frekuensi pada satu serat, dan juga interface serat jauh lebih mahal dibandingkan dengan interface elektris.
pengertian fiber optic atau serat optik
adalah jenis kabel yang bahannya terbuat dari serat kaca dan mempunyai
kecepatan tranfer data yang tinggi, kabel fiber optic atau serat optik umumnya
digunakan oleh penyedia layanan internet (ISP) untuk terhubung ke backbone NAP
(Network Access Provider)
agar lebih jelas
berikut ini adalah gambaran umum sistem transmisi fiber optik :
Pada komunikasi fiber optik, sinyal yang digunakan adalah dalam bentuk digital, sedangkan penyaluran sinyal melalui serat optik adalah dalam bentuk pulsa cahaya. Pulsa cahaya diperoleh dari proses memodulasi sinyal informasi dalam bentuk digital kedalam suatu komponen sumber optik. Proses ini terjadi pada arah kirim, sedangkan pada arah terima melalui detektor optik, pulsa cahaya diubah kembali dalam bentuk sinyal digital.
Bila jarak antara stasiun pengirim dengan stasiun penerima berjauhan, sinyal pulsa cahaya yang ditransmisikan akan mengalami proses pelemahan yang disebabkan adanya rugi-rugi yang timbul selama proses pengiriman sesuai dengan panjang dan jenis saluran optik yang digunakan. Untuk mengatasi hal tersebut pulsa cahaya akan diregenerasikan sesuai dengan keadaan pada saat pengiriman. Proses ini terjadi pada stasiun pengulangan.
Pada komunikasi fiber optik, sinyal yang digunakan adalah dalam bentuk digital, sedangkan penyaluran sinyal melalui serat optik adalah dalam bentuk pulsa cahaya. Pulsa cahaya diperoleh dari proses memodulasi sinyal informasi dalam bentuk digital kedalam suatu komponen sumber optik. Proses ini terjadi pada arah kirim, sedangkan pada arah terima melalui detektor optik, pulsa cahaya diubah kembali dalam bentuk sinyal digital.
Bila jarak antara stasiun pengirim dengan stasiun penerima berjauhan, sinyal pulsa cahaya yang ditransmisikan akan mengalami proses pelemahan yang disebabkan adanya rugi-rugi yang timbul selama proses pengiriman sesuai dengan panjang dan jenis saluran optik yang digunakan. Untuk mengatasi hal tersebut pulsa cahaya akan diregenerasikan sesuai dengan keadaan pada saat pengiriman. Proses ini terjadi pada stasiun pengulangan.
Serat Optik
Sedangkan jika dilihat dari
kapasitasnya kabel serat optic memiliki kelebihan dalam hal transmisi datanya
yaitu :
Di dalam jaringan serat optic yang
menghantarkan cahaya dalam media perambatannya menggunakan prinsip pemantulan
sempurna sesuai dengan hukum snellius yang merupakan perbandingan antara indeks
bias core yang lebih besar dibandingkan dengan indeks bias cladding. Seperti
terlihat pada gambar
Gambar 2.1. peristiwa pembiasan
Sedangkan untuk transmisi cahaya
dalam fiber optic bisa dilihat dari gambar dibawah ini .
Gambar 2.2. perambatan cahaya
didalam fiber optik
Dari gambar diatas terlihat ada tiga
tipe perambatan cahaya dalam fiber optic, yaitu :
1.
Perambatan cahaya yang bergerak lurus di dalam fiber optic, sehingga cahaya
mengalami transmisi jarak jauh
2.
Perambatan cahaya yang mengalami pemantulan (refleksi) didalam fiber optic, hal
ini dikarenakan diameter core lebih besar dibandingkan panjang gelombang
cahaya, sehingga ada dua atau lebih cahaya yang dapat merambat pada media yang
sama
3.
Cahaya mengalami pembiasan (refraksi), hal ini dikarenakan sudut cahaya dating
lebih kecil dibandingkan sudut kritisnya, hal ini menyebabakan cahaya tidaka
dapat merambat dalam fiber optic.
Jika dilihat dari 3 fenomena diatas
maka ada dua hal yang harus dipenuhi agar cahaya dapat merambat dalam fiber
optic, yaitu sudut datang yang harus lebih besar dari sudut kritis dan indeks
bias core harus lebih besar dari indeks bias cladding.
Jika dilihat dari jumlah perambatan
cahaya di dalam serat optic, maka kabel serat optic dibedakan menjadi dua yaitu
:
1.
Single mode fibers
Gambar 2.3. single mode fiber
Single mode fiber merupakan sebuah
serat optic yang memiliki diameter core lebih kecil daripada panjang gelombang cahaya
sehingga hanya satu cahaya yang dapat melewati serat optic ini. Adapun
diameter single mode yaitu sekitar 0.00035 inch atau 9 micron dengan kapasitas
panjang gelombang 1300 – 1550 nm, sehingga jenis ini sangat cocok untuk
transmisi jarak jauh yang memiliki kapasitas besar.
2.
Multi mode fibers
Yaitu sebuah serat optic yang dapat
melewatkan dua buah cahaya atau lebih karena diameter corenya lebih besar dari
panjang gelombangnya. Adapun diameter core untuk jenis ini yaitu 0.0025
inch atau 62.5 micron yang dapat dilewatkan cahaya dengan panjang gelombang
850-1300 nanometer.
Dilihat dari mode perambatannya
jenis fiber optic ini terbagi menjadi dua lagi, yaitu :
a.
Multimode step indeks
Multi mode step indeks adalah suatu
jenis serat optic dimana indeks biasnya homogeny. Pada jenis serat optic ini
cahaya mengalami perambatan berupa pemantulan terhadap setiap cladding,
sehingga jarak yang ditempuh setiap cahaya dalam fiber optic cukup besar
sehingga disperse (pelebaran pulsa) yang terjadi cukup besar. Seperti
terlihat pada gambar dibawah ini
Gambar 2. 4. Kabel serat Optik
single Mode
b.
Multimode graded indeks
Pada serat tipe ini indeks bias akan
selalu berubah tergantung pada jarak setiap lapisan ke cladding, sehingga pusat
core memiliki indeks bias terbesar. Pada serat ini cahaya merambat seperti
permukaan gelombang longitudinal. Dan karena walaupun jarak yang ditempuh
cahaya berbeda tetapi karena pada bagian ujung tepi serat semua cahaya dalam
keadaan sefase sehingga disperse dari cahaya ini menjadi lebih kecil. Hal ini
menyebabkan cahaya yang merambat dalam serat ini memiliki kapasitas besar
dengan jarak tempuh yang lebih besar dibandingkan dengan multimode step indeks.
Gambar 2.5 kabel serat optic Graded
index
Didalam
proses penggunaannya kabel serat optic biasanya dibandel dalam ukuran tertentu
sesuai dengan penggunaannya. Dalam proses penggunaan kabel serat optic ini
harus mempertimbangkan beberapa hal yaitu kekuatan fiber optic dari kondisi
tekanan dari luar sehingga pelemahan (atenuasi) dan penyebaran pulsa cahaya
dapat dikurangi meskipun berada pada lingkungan yang ekstrim atau dengan kata
lain serat optic harus meminimalkan efek microbending.
Didalam
desain kabel serat optic ada beberapa desain yang sering digunakan di lapangan,
yaitu :
a.
Loose tube
Pada jenis serat in fiber optic
dibundel dalam sebuah pipa longgar yang terbuat dari PBTP (Polybutylene Terepthalete) dan
berisi Thixotropic jelly yang berfungsi untuk menahan air dan melindungi dari
pengaruh mekanik. Pada loose tube berisi lebih dari 10 serat optik. Disaini ni
sering digunakan di Jerman.
b.
Fluted
Dalam disain Fluted, serat optik disimpan dalam sebuah
galur plastik di pusat dan bebas bergerak.disain fluted banyak digunakan di
Perancis dan Kanada
c.
Ribbon
Disain Ribbon ditemukan di AT&T Bell Lab. Disain
ini berupa susunan linier dari 12 serat optik yang disisipkan diantara dua pita
poliester dengan bahan perekat sensitif tekanan di sisi serat
d.
Stranded
Desain tight-Bound stranded dipelopori di jepang dan
digunakan di AS untuk berbagai aplikasi. Dalam desain ini beberapa serat optik
terlapis dihelaikan di sekeliling bagian pendukung pusat yang berfungsi sebagai
bagian penguat dan helaian ini dapat berupa metalik atau nonmetalik.
e.
Lightpack
Desain Lightpack merupakan desain yang sederhana
dimana beberapa serat optik dipasang bersama-sama dengan bahan pengikat dalam
satu unit.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar